sukses dimulai dari mimpi

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi semua orang pada era ini. Di Indonesia pendidikan juga sudah diperhatikan sejak dulu oleh pemerintah. Seperti contohnya pemerintah mengharuskan warganya untuk berpendidikan minimal hingga tingkat SMP. Hal ini meningkat dibandingkan taun-taun sebelumnya yang hanya tingkat SD. Namun banyak sekali kejanggalan-kejanggalan di bidang pendidikan.

Pemerintah mewajibkan hingga tingkat SMP,
tetapi kenyataannya sekarang ini mencari pekerjaan bersyaratkan minimal lulus SMA. Lalu bagaimana dengan nasib mereka yang tidak mampu dan hanya dapat menempuh hingga jenjang SMP tersebut. Apakah pemerintah berfikir sejauh itu untuk mencerdaskan anak bangsa.

Bagi mereka yang kurang mampu, mengenyam pendidikan hingga SMP sudahlah sangat baik. Pemerintah memberikan dana BOS untuk tingkat SD dan SMP, tetapi dimana dana tersebut. Apakah warga yang kurang mampu yang ingin bersekolah hanya diberikan dana tersebut yang sangat kurang bagi mereka. Peralatan sekolah bukannya masuk dalam dana BOS tersebut. Dana BOS hanya digunakan untuk oprasional sekolah saja, bagaimana dengan kebutuhan siswa yang kurang mampu seperti tas, sepatu, buku untuk mencatat dan lain sebagainya.

Bila pemerintah menjawab itu dengan beasiswa yang ada apakah beasiswa itu dibagikan kepada seluruh siswa? Hanya segelintiran orang yang beruntung yang mendapatkan beasiswa yang benar-benar membutuhkan . banyak sekali dana-dana seperti BOS dan beasiswa mengarah ke orang-orang yang dari segi ekonomi sudah mapan. Mereka yang mapan juga menginginkan uang bagi mereka yang kurang mampu.

Hal di atas hanya dari segi ekonomi dan oprasional anak-anak sekolah. Belum lagi hasil yang didapat anak-anak yang kurang mampu tersebut, yang hanya dapat bersekolah di sekolah bersubsidi. Kinerja para guru yang kurang efisien juga menambah para pendidikan sekarang. Guru di sekolah swasta lebih efisien mengajarnya ketimbang guru negeri. Di sekolah negeri banyak jam kosong karena guru mereka pergi ataupun rapat, sehingga mereka hanya diberikan tugas-tugas mandiri. Banyak lagi kendala yang dihadapi anak yang kurang mampu yang bersekolah di negeri.

Bila tugas-tugas mandiri tersebut diberikan kepada anak yang kurang mampu bagaimana mereka dapat mencari jawaban yang pasti, karena mereka saja untuk sekolah memerlukan berpikir panjang apalagi untuk mencari jawaban yang diluar sekolah. Apakah hal ini efisien?

Bagi siswa yang bersekolah di swasta, guru jarang sekali kosong, bila kosong mereka diberi tugas dan mereka pun bisa mencari di internet karena mereka memiliki uang yang lebih. Masih ditambah mereka les di luar sekolah. Banyak sekali tambahan-tambahan ilmu yang mereka dapat.

Jadi apakah siswa yang kurang mampu yang bersekolah di negeri dan tidak mendapatkan fasilitas apapun, hanya oprasional sekolah yang mereka juga tidak memakai. Padahal presentasi siswa yang kurang mampu lebih banyak daripada siswa yang mampu.

Haruskah bibit-bibit generasi muda Indonesia akan selamanya terpuruk. Dan hanya orang-orang yang memiliki uang yang bisa berkembang di era globalisasi sekarang ini yang serba canggih.

Ini adalah PR besar bangsa untuk memperbaiki generasi muda agar Negara ini bisa diperbaiki dari akar-akarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: