sukses dimulai dari mimpi

Menurut teori behavioristik belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman (Gage, Berliner, 1984) Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon (Slavin, 2000).
Dalam teori ini siswa bersifat pasif, sedangkan pendidik bersifat sangat aktif. Sehingga kekreatifan siswa tidak dapat berkembang bila teori belajar ini digunakan oleh pendidik.
Tetapi dalam kenyataannya di Indonesia sekarang ini, model pendidikan yang diterapkan di instansi-instansi sekolah masih bersifat behavioristik.Hal ini dikarenakan mindset bangsa Indonesia yang sudah terbiasa dengan teori ini. Sehingga teori-teori lain bila diterapkan kurang berhasil untuk pembelajaran di Indonesia. Teori-teori lain yang membutuhkan kekreatifan peserta didik.

Pendidik Indonesia yang terbiasa dengan materi yang sudah “disajikan” oleh peserta didik menimbulkan kemalasan dan menurunkan kekreatifan peserta didik.
Tetapi teori behavioristik memiliki kelebihan pula dibandingkan dengan teori-teori lain. Teori behavioristik dapat mempermudah pendidik untuk menjadi peserta didik apa yang sudah dicita-citakan. Dengan penggunaan teori ini juga dapat mendisiplinkan peserta didik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: