sukses dimulai dari mimpi

ASSURE Model

ASSURE adalah sebuah akronim yang setiap hurufnya memiliki arti tersendiri.

A : Analyze learner
yaitu menganalisis pebelajar seperti karakteristik umum, kemampuan awal dan gaya belajar pebelajar.
Pada saat memasuki dunia pendidikan seorang pendidik harus mengerti karakteristik umum peserta didik, kemampuan awal peserta didik dan gaya belajar peserta didik, seperti belajar yang nyaman bagi peserta didik yang mudah dipahami oleh peserta didik. Peserta didik juga harus mengetahui karakteristik umum seperti umur, jenis kelamin dll, sehingga materi yang disampaikan sesuai dengan karakteristik peserta didik.Gaya belajar mengacu pada sekelompok ciri-ciri psikologis yang menentukan bagaimana seseorang merasa, berinteraksi dengan, dan menanggapi secara emosional untuk Lingkungan belajar. contoh termasuk kecerdasan majemuk, preferensi persepsi dan kekuatan, kebiasaan mengolah informasi, motivasi, dan faktor fisiologis.

S : State Objectives
yaitu merumuskan tujuan pembelajaran dengan rumusan baku ABCD yaitu Audience, Behavior, Conditions, Degree
Dalam hal ini pendidik harus merancang tujuan yang akan dicapai dalam proses pembelajaran yang berjalan. Pendidik dapat menggunakan rumus ABCD yaitu Audience (peserta didik), Behavior (perilaku peserta didik), Conditions (kondisi lingkungan sekolah), dan Degree (tingkatan)


S : Select Methods, Media and Material
yaitu memilih metode, media dan bahan ajar. Beberapa metode yang dianjurkan untuk digunakan adalah belajar berbasis masalah dan belajar proyek. Pendidik juga harus menentukan metode pembelajaran apa yang akan dipakai, media apa yang cocok agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik, dan bahan ajar yang sudah dipersiapkan untuk menyampaikan materi-materi.

U : Utilize Media and Material
yaitu menggunakan media dan bahan ajar. Mengajukan rumus 5P yaitu Preview the materials (kaji bahan ajar), Prepare the materials (siapkan bahan ajar), Prepare Environment (siapkan lingkungan), Prepare the learners (siapkan pebelajar), Provide the learning experience (tentukan pengalaman belajar)

Pendidik tidak hanya memilih media dan bahan ajar tetapi tidak digunakan dengan benar, tapi tugas pendidika adalah menggunakan media dan bahan ajar yang cocok untuk peserta didik, agar materi dapat tersampaikan dengan benar ke peserta didik dan tidak ada terjadinya perbedaan pandangan terhadap materi yang sama.

R : Require Learner Participation
yaitu mengembangkan peran serta pebelajar. Menurut Dewey, peranserta pebelajar adalah hal terpenting dalam KBM. Gagne berpendapat bahwa belajar efektif dapat terjadi jika pebelajar dilibatkan dan memiliki peranserta didalamnya. Peserta didik juga memiliki peran aktif dalam proses pembelajaran. Bila semua yang dipersiapkan pendidik sudah baik tetapi peserta didik tidak mendukung hal tersebut dapat menghambat proses pembelajaran.

E : Evaluate and Revise
yaitu menilai dan memperbaiki. Menilai dan memperbaiki hasil belajar, penilaian portofolio dan penilaian KBM. Pendidik dapat mengetahui apakah materi sudah tersampaikan ke peserta didik dengan baik dengan cara melakukan evaluasi belajar. Dan bila hasilnya kurang memuaskan dapat diperbaiki hal-hal yang kurang tepat.

Empat aspek dasar dalam mendesain pelajaran menurut Keller:
1. perhatian. mengembangkan pelajaran agar siswa tertarik dan slalu teringat yang diajarkan
2. kesesuaian. pastikan instruksinya bermakna dan mengantarkan siswa pada tujuan belajar
3. kepercayaan. desainlah pelajaran yang membangun siswa untuk mencapai harapan kesuksesan
4. kepua…san. beri penghargaan kepada siswa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: